Site icon ZULUBAZE

Aktivitas yang Dilakukan Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi

emosional intelligent

ZULUBAZEPenulis buku berjudul Hidden Genius: The Secret Ways of Thinking That Power the World`s Most Successful People, Polina Marinova Pompliano. Ia menghabiskan enam tahun mempelajari kebiasaan dan pola berpikir orang-orang paling sukses di dunia. Salah satu orang yang ia soroti adalah Chris Voss, mantan negosiator internasional  FBI. Apa yang dilakukan orang dengan kecerdasan emosional tinggi tersebut?

Voss memiliki kecerdasan emosional yang tinggi dan menjadi keahlian utamanya selama bekerja sebagai FBI. Dilansir  CNBC, berikut 3 hal yang sering dilakukan orang dengan kecerdasan emosional tinggi saat berkomunikasi dengan orang lain menurut Chris Voss.

Bicara dengan Tenang

Selama negosiasi selama perampokan bank  tahun 1993, Voss menggunakan teknik yang disebutnya The Late Night FM DJ,  suara deklaratif yang tenang, subliminal, yang dapat diterapkan pada sebagian besar situasi apa pun. Nada ini memicu reaksi neurokimia yang menenangkan otak. Hal ini kemudian menimbulkan respon pemikiran jernih yang tidak disengaja pada kedua belah pihak.

“Rasa ingin tahu sebenarnya adalah alat untuk mengendalikan emosi,” katanya dalam  wawancara podcast pada tahun 2018. “Jika kamu berbicara dengan keras, dengan suara yang lembut dan menenangkan, kamu juga bisa menenangkan diri.”

 

Berpikir positif

Ketika seseorang dengan kecerdasan emosional yang tinggi mendengar berita tentang pertikaian politik, penguasaan kekuasaan, lemahnya perekonomian, dan bencana alam, hal itu tidak membuatnya panik. Orang-orang ini mampu mengendalikan emosinya untuk fokus pada apa yang mereka lakukan. Menurut penelitian, orang yang terlalu optimis terhadap kehidupan sering kali memiliki kesehatan fisik dan mental yang lebih baik dibandingkan orang yang pesimis. Tidak mengherankan jika hasil kantor begitu bagus.

 

Bisa mendeskripsikan perasaan

Setiap orang mempunyai emosi, namun orang dengan kecerdasan emosional yang tinggi dapat menggambarkan apa yang dialaminya. Misalnya tidak menanggapi kesedihan, melainkan tersinggung, kesal, frustasi, atau yang lainnya.

“Mereka mengenal diri mereka sendiri dengan sangat baik sehingga mereka dapat mengidentifikasi emosi mereka,” kata Travis.

 

Asertif

Orang dengan kecerdasan emosional yang tinggi dapat mengomunikasikan apa yang diinginkan dan apa yang dipikirkannya, namun selalu bersikap sopan dan empati terhadap lawan bicaranya. Kombinasi  ini dapat membantunya menyelesaikan konflik yang sering muncul dalam kehidupan.

 

Ulangi Pernyataan sebagai Pertanyaan

Imitasi adalah teknik yang efektif untuk menciptakan niat baik dan mengumpulkan informasi. Kamu dapat meniru seseorang dengan mengulangi beberapa kata kunci yang mereka gunakan dalam komunikasi terakhirnya.

Misalnya, ketika seorang perampok bank berkata, “Saya mengalami hari yang sangat berat karena  saya menderita stres,” Voss menjawab, “Apakah kamu stres?” Hal ini membantu Voss tetap hadir dan sadar akan emosinya sambil membiarkan perampok bank terus berbicara.

 

Beri Label pada Emosi Orang Lain

Selama negosiasi, Voss kemudian berkata kepada perampok bank kedua, “Itu bukan salahmu, kan?” dan “Apakah kamu menyesal hal itu terjadi?” Kedua pertanyaan ini menyiratkan bahwa si pencuri terjebak dalam situasi yang buruk.

Pelabelan digunakan untuk mengidentifikasi dan memberi nama secara verbal emosi orang yang kamu ajak bicara. Netiket yang baik akan berlaku dalam situasi berikut:

“Sepertinya kamu berada dalam situasi stres” atau “Kamu tampak tidak senang dengan apa yang terjadi.”

 

Kecerdasan emosional yang tinggi membutuhkan pendengaran yang strategis dan Voss mencapai ini selama perampokan dan memaksa kedua pencuri tersebut untuk menyerah. Metode Voss dapat digunakan dalam situasi kehidupan apa pun. Jika menguasai seni mendengarkan, kamu dapat menggunakan kecerdasan emosional tinggi untuk meredakan konflik. (redaksi: situs slot gacor )

Exit mobile version